Hukum Pajangan Ayat Al-Quran Sebagai Hiasan

Hukum Pajangan Ayat Al-Quran Sebagai Hiasan – Umat Islam kadang kala memajang ayat Alquran sebagai hiasan dinding rumahnya. Ada yang berbentuk kaligrafi, ada juga yang berupa kertas lalu diberikan frame. Lalu bagaimana aturan memajang ayat Alquran sebagai hiasan ? Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pengajaran Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, memajang artikel ayat Alquran sebagai hiasan sejatinya kembali terhadap niatnya masing-masing. Apabila diniatkan untuk kemaslahatan karenanya itu diperkenankan dan dengan tujuan supaya senantiasa mengingat Allah SWT dengan kata lain aturannya mubah (boleh).

“Jika niatnya untuk mengingat Allah, mengagungkan kebesaran Allah, menanamkan nilai yang terkandung dalam ayat-ayat hal yang demikian sebagai tarbiyah, sebagai pengingat dan pendalaman makna ayat terkandung hal yang demikian untuk tujuan kemaslahatan itu boleh,” katanya. Berdasarkan Ustadz Ainul Yaqin, secara tak seketika memajang ayat Alquran yaitu komponen syiar Islam. Beberapa besar ayat-ayat Alquran ditulis dengan beragam jenis khot dan kaligrafi, guna menambah estetika dari ayat-ayat suci hal yang demikian.

“Demikian pula dengan niat memajang ayat-ayat Alquran hal yang demikian, kalau niatnya yaitu komponen dari dzikir, untuk senantiasa mengingat Allah, untuk mendekatkan diri pada Allah dengan ayat-ayat hal yang demikian. Ditambah sebagai pilihan ornamen artistik membingkai suasana Islami didalam rumah,” sebutnya. Khususnya, kalau artikel hal yang demikian diletakan dari daerah yang jauh dari najis. Karenanya hal itu akan menambah kaidah dan estetika, dibandingi dengan meletakan patung-patung yang jauh dari ajaran agama Islam.

Mengintip Keindahan Masjid Agung Sultan Qaboos di Oman

Mengintip Keindahan Masjid Agung Sultan Qaboos di Oman – Banyak mesjid cantik dan besar di dunia. Salah satunya yaitu Mesjid Agung Sultan Qaboos yang berlokasi di Oman. Mesjid Agung Sultan Qaboos disebut sebagai salah satu mesjid termegah di dunia. Mesjid ini berlokasi di kawasan Bausher, Muscat, Ibu Kota Oman. Desain Mesjid Agung Sultan Qaboos dihasilkan menurut seni dan arsitektur Islam terbaik. Sultan Qaboos mensahkan mesjid ini pada 4 Mei 2001 lalu. Mesjid ini kapabel menampung sampai 20.000 jamaah. Mesjid ini dikasih terhadap masyarakat oleh Sultan Qaboos bin Said.

Berdasarkan Kementerian Pariwisata Oman, mesjid ini yaitu sebuah mahakarya arsitektur dan pujian Oman. Di sini dihiasi karpet yang cantik dengan lampu gantung terbesar di dunia yang didekorasi dengan ratusan kristal Swarovski. Mesjid ini terbuka untuk biasa dari Sabtu sampai Kamis pukul 08:00 – 11:00 dan berlaku tata tertib berpakaian untuk mengunjunginya. “Karya arsitektur Islam modern yang agung ini yaitu hadiah bagi bangsa Oman dari Sultan Qaboos untuk menandai tahun ke-30 pemerintahannya,” tambah Kementerian Pariwisata Oman.

“Karpet persia untuk mesjid ini mempunyai panjang 70 meter dan lebar 60 meter. Membuatnya menjadi karpet Iran buatan tangan kedua terbesar di dunia. Untuk membikin karpet ini butuh 600 perempuan untuk menenunnya selama empat tahun,” ujar Kementerian Pariwisata Oman. Kementerian Pariwisata Oman menerangkan, mesjid ini bisa menampung 20.000 jamaah, termasuk 750 perempuan di musala pribadi. Para Pengunjung diwajibkan berpakaian sopan, menutupi lengan dan kaki dan menghindari baju ketat. Perempuan dan si kecil perempuan (berusia tujuh tahun ke atas) patut menutupi rambut mereka. Abaya dan syal bisa disewa dari resto mesjid dan tersedia warung cenderamata.